Selasa, 03 Desember 2013

LUNTURNYA PANTUN SUNDA



LUNTURNYA PANTUN SUNDA
(MANUSIA DAN KEGELISAHAN)





Pantun Sunda pengertiannya berbeda dengan pantun Melayu. Pantun Melayu semakna dengan "sisindiran" Sunda, yaitu puisi yang terdiri atas dua bagian yaitu sampiran dan isi. Sedangkan pantun Sunda adalah seni pertunjukan. Pantun adalah cerita tutur dalam bentuk sastra Sunda lama yang disajikan secara paparan (prolog), dialog, dan seringkali dinyanyikan. Seni Pantun itu dilakukan oleh seorang juru pantun (tukang pantun) sambil diiringi alat musik kecapi yang dimainkannya sendiri.
Seni Pantun disajikan masyarakat Sunda dalam dua bentuk. Pertama, untuk hiburan, dan kedua untuk acara ritual (ruwatan). Sajian hiburan, ceritanya mengambil dari salah satu cerita pantun yang dikuasai juru pantun, atau atas permintaan penanggap. Sedangkan untuk acara ritual dalam ruwatan, ceritanya sama dengan dalam pertunjukan wayang, yaitu Batara Kala, Kama Salah atau Murwa Kala.
Sekalipun pertunjukan Pantun untuk hiburan, namun tidak sembarangan disajikan. Pantun masih dianggap oleh masyarakat Sunda memiliki sifat sakral yang selalu dikaitkan dengan upacara penghormatan pada leluhur. Dengan demikian bentuk pertunjukan Pantun biasanya masih diikat dengan struktur pertunjukan yang baku dengan lakon yang selalu berkisar tentang raja-raja Sunda atau legenda masyarakat Sunda Secara umum pola pertunjukan Pantun dapat diurutkan sebagai berikut, penyediaan sesajen atau ngukus (membakar kemenyan), mengumandangkan rajah pamunah, babak cerita dari pembukaan hingga penutupan ditutup dengan mengumandangkan rajah pamungkas.
Kesenian Pantun Sunda yang bercirikan budaya Sunda dengan berbagai aspeknya, terutama aspek kepercayaan Sunda Kuno, memberi dampak pada nilai kedudukan seni Pantun di masyarakat Sunda yang berbeda dengan kesenian-kesenian lain. Seni Pantun bagi masyarakat Sunda merupakan medium untuk dapat merasakan kembali sebuah masa keemasan sejarah masa lampau masyarakatnya.
Kini, seiring dengan lunturnya Bahasa Sunda ditengah orang Sundanya sendiri, pantun atau sisindiran Sunda seakan menjadi ‘artefak’ masa lalu. Tidak banyak ditemui pantun atau sisindiran baru. Tidak banyak munculnya pengarang sisindiran maupun Puisi Sunda, seperti juga tidak banyak karya tulis berbahasa Sunda yang lahir di jaman sekarang. Padahal, kini banyak pengarang sukses (dengan bahasa Indonesia)  yang berasal dari Tanah Sunda.





Sumber                : http://id.wikipedia.org/wiki/Pantun_Sunda


 

NILAI ESTETIKA MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP KESENIAN WAYANG KULIT



NILAI ESTETIKA MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP KESENIAN WAYANG KULIT
 (MANUSIA DAN KEINDAHAN)


            Wayang merupakan hasil, cipta, rasa, karsa, dan karya manusia melalui proses penglaman spiritual secara berkepanjangan dan berkelanjutan. Pengamatan yang mendalam terhadap menunjukan bahwa wayang bukan sekadar seni biasa, tetapi karya seni yang agung. Wayang mampu memberikan suatu kepuasan batin kepada penikmatnya.
                Wayang kulit mendapat tempat dalam hati rakyat Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Ternyat sampai saat ini masih tetap digemari. Juga merupakan hiburan rakyat yang paling ringan, apalagi yang berbentuk wayang orang maupun wayang kulit. Hal ini dapat dilihat dari perhatian para penonton di setiap pertunjukan wayang kulit. Baik dikampung-kampung, di desa-desa maupun di kota-kota hampir sebagian dari mereka yang hadir tetap duduk semalam suntuk. Bagi para penggemar wayang kulit, duduk sambil mengantuk semalam suntuk melihat pertunjukan wayang adalah dirasakan sebagai suatu kenikmatan.
                Bagi masyarakat jawa wayang merupakan salah satu keistimewaan yang menjadi warisan dan menjadi salah satu ciri bangsa Indonesia. Penikmat wayang juga bukan hanya dari masyarakat jawa saja sekarang penikmat wayang sudah menjuru sampai keberbagai pulau, bahkan sampai luar negeri.kita patut berbangga karena dapat memperkenalkan kesenian wayang sampai terkenal ke penjuru dunia.
Dalam pertukan wayang, yang paling mudah dicerna dan dapat ditangkap penonton dengan mudah adalah nilai keindahan seni yang ada pada wayang. Peraga tokoh-tokoh wayang dengan seni rupa yang indah, gerak wayang serasi dengan iringan gamelan. Lebih jauh dalam memahami wayang, maka sajian seni ini menyampaikan pesan yang mengacu pada pembentukan budi luhur atau akhlakul karimah. Mencermati mutu seni dan kandungan seninya, pantahlah dipelajari dan dimanfaatkan bagi keperluan dan kehidupan manusia. Kita dapat menikmati nilai-nilai yang terkandung pada wayang.


















SUSAH SENANG MENJADI ANAK INDIGO



SUSAH SENANG MENJADI ANAK INDIGO
(MANUSIA DAN PENDERITAAN)


            Terlahir sebagai anak Indigo bukanlah sebuah pilihan, tetapi merupakan takdir yang tidak bisa dihindari. Ketika dia menyadari kehadirannya bukan sebagai orang biasa, merasakan kemarahan yang besar terhadap perilaku manusia yang buruk dan jahat, melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, ingin merubah dunia menjadi lebih baik dengan kekuatan sendiri, saat itu dia tidak bisa lagi melepaskan diri dari tanggung jawab, karena dia sudah menyadari bahwa dia adalah seorang anak Indigo.
            Hari-harinya dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran yang mendesak, susah tidur dengan tenang, dan penglihatan-penglihatan yang mengganggu pikiran dan perasaan, sepertinya hidupnya sudah ditakdirkan untuk menanggung semua itu. Dia mungkin bisa melupakannya untuk beberapa saat, tetapi pemikiran-pemikiran dan suara-suara akan terus mengisi hari dan malamnya.
            Sesungguhnya anak indigo memiliki keiistimewaan yang luar biasa terkadang orang ingin memilikinya. Tetapi, tekadang juga anak indigo merasa terganggu dengan apa yang dimilikinya. Selain itu, kebanyakan anak indigo ini lebih terlihat lebih minder karena disekelilingnya belum bisa menerima dan masyarakat biasanya lebih menjauhi orang indigo dengan alasan takut ya memang tidak masuk diakal sekali. Karena itu orang tua perlu memberikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan sauatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan hidup manusia dibumi ini. Terkaang anak indigo susah untuk menerima ini semua, namun beriringnya waktu anak indigo pun mulai terbiasa dengan apa yang dia rasakan dan dia lihat. Jangan salah anak indigo juga terkadang sampai mempunyai teman bahkan sahabat dari alam yang berberda.
Susah senang menjadi anak indigo itu sangat sulit terkadang mereka bisa menerimanya dan ada juga yang tidak bisa menerimanya, namun bukan salah mereka ditakdirkan menjadi anak indigo, mereka merupakan manusia yang paling beruntung dapat memiliki keiistimewaan yang luar biasa. Namun menghadapi anak indigo sangat kesulitan dalam mengontrol emosinya. Terkadang beberapa anak indigo menunukan reaksi kemarahannya dengan cara menyakiti diri sendiri sehingga menakutkan orangtuanya. Anak indigo bisa melihat “mereka”. Dan “mereka”, sesungguhnya hanya butuh didengar.


Sumber            : http://wahyudaakbarrifanii.blogspot.com