Selasa, 03 Desember 2013

SUSAH SENANG MENJADI ANAK INDIGO



SUSAH SENANG MENJADI ANAK INDIGO
(MANUSIA DAN PENDERITAAN)


            Terlahir sebagai anak Indigo bukanlah sebuah pilihan, tetapi merupakan takdir yang tidak bisa dihindari. Ketika dia menyadari kehadirannya bukan sebagai orang biasa, merasakan kemarahan yang besar terhadap perilaku manusia yang buruk dan jahat, melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, ingin merubah dunia menjadi lebih baik dengan kekuatan sendiri, saat itu dia tidak bisa lagi melepaskan diri dari tanggung jawab, karena dia sudah menyadari bahwa dia adalah seorang anak Indigo.
            Hari-harinya dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran yang mendesak, susah tidur dengan tenang, dan penglihatan-penglihatan yang mengganggu pikiran dan perasaan, sepertinya hidupnya sudah ditakdirkan untuk menanggung semua itu. Dia mungkin bisa melupakannya untuk beberapa saat, tetapi pemikiran-pemikiran dan suara-suara akan terus mengisi hari dan malamnya.
            Sesungguhnya anak indigo memiliki keiistimewaan yang luar biasa terkadang orang ingin memilikinya. Tetapi, tekadang juga anak indigo merasa terganggu dengan apa yang dimilikinya. Selain itu, kebanyakan anak indigo ini lebih terlihat lebih minder karena disekelilingnya belum bisa menerima dan masyarakat biasanya lebih menjauhi orang indigo dengan alasan takut ya memang tidak masuk diakal sekali. Karena itu orang tua perlu memberikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan sauatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan hidup manusia dibumi ini. Terkaang anak indigo susah untuk menerima ini semua, namun beriringnya waktu anak indigo pun mulai terbiasa dengan apa yang dia rasakan dan dia lihat. Jangan salah anak indigo juga terkadang sampai mempunyai teman bahkan sahabat dari alam yang berberda.
Susah senang menjadi anak indigo itu sangat sulit terkadang mereka bisa menerimanya dan ada juga yang tidak bisa menerimanya, namun bukan salah mereka ditakdirkan menjadi anak indigo, mereka merupakan manusia yang paling beruntung dapat memiliki keiistimewaan yang luar biasa. Namun menghadapi anak indigo sangat kesulitan dalam mengontrol emosinya. Terkadang beberapa anak indigo menunukan reaksi kemarahannya dengan cara menyakiti diri sendiri sehingga menakutkan orangtuanya. Anak indigo bisa melihat “mereka”. Dan “mereka”, sesungguhnya hanya butuh didengar.


Sumber            : http://wahyudaakbarrifanii.blogspot.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar